Penjualan Toyota di China berpotensi turun - sama dengan yang dialami negara lain - karena pasokan komponen dari Jepaang tersenda. Ini membuat petinggi Toyota Motor China menghawatirkan.
Masayoshi Hori, Executive Coordinator Toyota Motor China mengatakan, Toyota atau merek Jepang lain tak sendiri menghadapi krisis pasokan komponen. Hampir seluruh produsen mobil mengalami hal yang sama.
"Kondisi ini juga mempengaruhi merek lain. Melihat kondisi sekarang, kemungkinan kami (Toyota) tak akan bisa memenuhi permintaan di di China," jelas Hori di Shanghai Auto Show dan diberitakan oleh autonews, kemarin.
Hori melanjutkan, permintaan mobil baru di China diperkirakan meningkat 10-20 persen tahun ini. Namun Toyota tidak bisa memanfaatkannya. Penyebabnya, pasokan komponen terlambat setelah Jepang dilandai gempa dan tsunami. Terakhir adalah kebocoran PLTN Fukushima yang menyebabkan pasokan tenaga listrik berkurang drastis.
Toyota sebelumnya menargetkan penjualan di China tahun ini 900.000 unit, sedangkan tahun lalu hanya 846.000 unit. Terkait dengan kondisi sekarang, Toyota China belum melakukan revisi target penjualan. Sampai 2015, Toyota mengejar target penjualan dua kali lipat atau 1,8 juta unit di China.
0 comments
Post a Comment