Jakarta - DKI Jakarta akan segera melangsungkan Pemilukada pada tahun 2012. Meskipun pada dua periode sebelumnya DKI dipimpin pasangan yang berasal dari sipil dan militer, untuk tahun ini persyaratan itu tidak menjadi kewajiban.
"Memang ada kecenderungan seperti itu, gubernur atau wakilnya yang berasal dari sipil dan militer. Tapi rasanya ke depan tidak harus ada aturan yang mengingat seperti itu lagi," ujar anggota DPR dari Fraksi Golkar, Tantowi Yahya dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2011). Tantowi adalah salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Golkar.
Tantowi mengatakan, jabatan yang disandang seseorang tidak mempengaruhi kinerjanya. Bagaimana pemimpin itu bisa bekerja dengan baik, itu bergantung pada kepribadiannya.
"Saya kurang setuju dikotomi seperti itu, tergantung orangnya bukan jabatannya," katanya.
Dia menambahkan, jika kelak nantinya masuk dalam bursa Pemilukada 2012, kombinasi itu menurutnya tidak laku. Namun, jika memang ada kandidat yang cocok untuk dipasangkan dengannya, Tantowi tidak keberatan.
"Kombinasi yang seperti itu tidak ada bagi saya, tidak harus militer dan sipil," tuturnya.
Sebagai bakal calon, mantan artis ini cukup pede bahwa masyarakat Jakarta akan mendukungnya. Meskipun belum menampakkan diri seperti kandidat lain yang mulai bermunculan dengan baliho-baliho, Tantowi lebih memilih mendekati masyarakat.
"Kalau saya memilih berkomunikasi langsung saja dengan masyarakat," ucap penggemar musik country ini.
Tantowi mengklaim pencalonan dirinya ini tidak main-main. Dia berjanji meninggalkan dunia selebritis demi rakyat.
"Kegiatan sebagai selebritis saya tinggalkan walaupun duitnya itu banyak sekali. Itu godaan paling besar, tapi sekali lagi ini bentuk pengabdian saya," kata anggota Komisi I DPR ini.
View the original article here
0 comments
Post a Comment