Liputan6.com, Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan siap bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap yang menjerat Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. "Terus terang kami terkejut dan sedih atas kejadian ini. Saat ini saya belum tahu persis kronologis kejadian. Saya hanya mendapat laporan dari staf," kata Menpora Andi Mallarangeng di Jakarta, Jumat (22/4).
Andi menjelaskan, pihaknya siap bekerja sama penuh agar penyelesaian kasus yang melibatkan pejabat di lingkungan Kemenpora bisa dilakukan secara cepat dan tuntas. "Kalau bersalah harus diselesaikan secara hukum," katanya dengan tegas. Dengan adanya kasus ini, imbuh dia, pihaknya selain berkoordinasi dengan KPK juga berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara guna menanyakan menangani tidak lanjut kasus yang menimpa Sekretaris Kemenpora.
"Untuk fungsi organisasi kementerian tetap berjalan seperti biasa. Yang jelas saat ini kami menunggu perkembangan dari KPK," kata Menpora Andi Mallarangeng.
Wafid Muharam ditangkap oleh KPK di kantornya, kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. Selain menangkap Sekretaris Kemenpora itu, KPK juga meringkus dua orang lainnya yang diduga terkait dengan suap. Dua orang yang dibawa oleh penyidik KPK itu diduga seorang pengusaha dan seorang wanita yang diduga sebagai perantara. Saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan di Kantor KPK.
WM ditangkap oleh penyidik KPK karena diduga telah menerima suap terkait dengan proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 yang berada di Kompleks Jaka Baring Sport City, Palembang, Sumatra Selatan.(ANS/Ant)
0 comments
Post a Comment